Batasi Cicilan KPR Hanya 35 Persen dari Pendapatan, Berikut Alasannya!

Ingin akses KPR, cicilan jangan sampai melebihi 35 persen

Memiliki rumah menggunakan program KPR yang disediakan oleh berbagai bank konvensional, kini semakin diminati.

Selain dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat berpenghasilan menengah untuk dapat memiliki rumah, kini kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan DP 0 persen juga semakin membuat minat masyarakat meningkat.

Namun sebelum seseorang mengajukan KPR, patut disadari jika tidak semua orang dapat mengakses program ini.

Baca Juga: 5 Tips Lakukan Perawatan Rumah di Musim Hujan

Pasalnya setiap bank memiliki standar yang berbeda-beda mengenai persyaratan pengajuan KPR.

Lalu jika diloloskan untuk dapat mengakses KPR, berapa budget maksimal yang bisa dikeluarkan untuk mebayar cicilan perbulannya?

Menurut beberapa sumber yang terpercaya, perhitungan yang tepat terkait besaran cicilan rumah per bulan yakni 30 persen atau maksimal 35 persen dari total penghasilan.

Baca Juga: Tips Mengurus Balik Nama Sertifikat Hak Milik

Memastikan cicilan rumah per bulan tak melebihi 35 persen dari penghasilan ini sangatlah penting.

Alasannya adalah agar debitur nantinya tidak perlu mengurangi pengeluaran yang terkait kebutuhan pokok sehari-hari, asuransi, maupun investasi untuk dialokasikan ke dalam cicilan.

Namun dalam kenyataannya, Bank atau lembaga pemberi kredit mungkin saja menyetujui pengajuan KPR dengan nominal cicilan 50 persen dari penghasilan bulanan.

Hal tersebut tentunya cukup berbahaya bagi kesehatan keuangan seseorang. Pasalnya hampir semua penghasilan digunakan untuk pembayaran cicilan.

Selain jumlah cicilan yang harus proporsional dengan pengasilan bulanan, keputusan untuk melakukan akad KPR haruslah mempertimbangkan kepemilikan dana cadangan.

Dana cadangan ini berupa dana bebas dengan jumlah 3 atau 6 kali pengeluaran bulanan yang dapat digunakan untuk keperluan cadangan ketika debitur mengalami kesulitan keuangan.

Hal ini dikarenakan semakin banyak tanggungan atau semakin tinggi risiko pekerjaan, maka semakin besar pula kebutuhan dana darurat yang harus disediakan.

Sebagai contoh, jika dalam perjalanan seorang debitur diberhentikan dari pekerjaannya, ia masih memiliki uang cadangan untuk membayar cicilan dan memenuhi kebutuhan hidupnya sembari mencari pekerjaan yang baru.

Jadi jika seorang debitur belum memiliki dana simpanan yang cukup, sebaiknya urungkan niat untuk kredit hingga dana cadangan tersedia. *

Ada Penghapusan PPN 10 Persen Pada Pembelian Rumah

Pada 1 Maret 2021, pemerintah menerapkan sebuah kebijakan baru berupa penghapusan PPN 10 persen pada setiap transaksi pembelian rumah. Kebijakan ini berlaku sejak 1 Maret 2021 sampai 31 Agustus 2021.

Pada kebijakan penghapusan PPN 10 persen bagi pembelian rumah ini, pajak yang harus dibayarkan akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah, dengan syarat dan ketentuan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Walaupun demikian, pemberian insetif pajak ini dibedakan dalam dua kriteria yakni yang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah dan hanya sebagian saja.

Baca Juga: Tips Mengurus Balik Nama Sertifikat Hak Milik

Rincian pemberian insentif pajak bagi pembelian rumah sebagai berikut:

1. PPN 100 persen ditanggung pemerintah

Untuk mekanisme yang pertama ini, pemerintah akan menanggung penuh biaya PPN ataupun ditanggung 100 persen. Suaranya yakni untuk rumah tapak atau rumah susun dengan harga jual paling tinggi Rp2 miliar

2. PPN 50 persen ditanggung pemerintah

Bagi rumah tapak atau rumah susun dengan harga jual di atas Rp2 miliar sampai Rp5 miliar, pemerintah hanya akan menanggung PPN sebesar 50 persen.

Sementara itu bagi rumah bersubsidi, tidak akan terlalu merasakan dampak dari penghapusan PPN ini lantaran rumah bersubsidi sejatinya memang tidak dikenakan tarif PPN oleh pemerintah.

Baca Juga: Tips Mudah Mengurus Akta Jual beli

Terkait kebijakan ini, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa tujuan dari kebijakan ini untuk mendorong agar properti bisa terserap pasar di tengah dampak pandemi covid-19.

Sejumlah pihak pun berpendapat melalui kebijakan ini, nantinya akan berdampak ke penurunan harga jual rumah.

Ini berarti harga jual rumah siap huni akan semakin terjangkau oleh masyarakat setelah kebijakan ini dilaksanakan.

Selain kebijakan ini, sebagaimana banyak diberitakan sebelumnya, pemerintah juga mempermudah proses pembelian rumah melalui pembiayaan perbankan atau Kredit Pembiayaan Rumah (KPR).

Kebijakan ini memungkinkan masyarakat untuk membeli sebuah rumah tanpa harus mengeluarkan biaya down payment (DP).

Walaupun demikian, masih terdapat beberapa biaya yang harus dibayarkan mulai dari biaya angsuran pertama hingga biaya notaris diawal kesepakatan KPR. *

Tips Mengurus Balik Nama Sertifikat Hak Milik

tips mengurus shm

Jika Anda berniat untuk membeli rumah tentu saja tidak terlepas dengan urusan legalitas seperti proses balik nama, proses peningkatan hak milik, ataupun proses-proses lainnya. Meskipun hal ini tidak akan diberatkan kepada pembeli jika Anda membeli rumah melalui pengembang profesional, namun tidak ada salahnya untuk mengetahui proses detailnya. Berikut tips mengurus SHM (Sertifikat Hak Milik) rumah yang perlu Anda ketahui.

Balik Nama Sertifikat Rumah Harus Segera Diurus

Sebagian orang mungkin saat membeli sebidang tanah ataupun rumah dari salah satu keluarga seringkali menunda-nunda untuk mengurus proses balik nama sertifikat rumah. Padahal, proses ini sangat penting untuk segera diurus agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Masalah lainnya yang dapat terjadi adalah, ketika Anda akan membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Anda sebagai pemilik baru membutuhkan SPPT yang berisikan Nomor Objek Pajak (NJOP) dan keterangan lainnya yang dibutuhkan. Maka Anda akan direpotkan setiap kali akan membayar PBB karena harus menghubungi pemilik rumah lama untuk mendapatkan SPPT. Masalah ini akan semakin rumit apabila Anda tidak segera mengurus balik nama SHM dengan segera.

Persyaratan Mengurus Balik Nama Sertifikat Hak Milik

Hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk mengurus SHM adalah membayar BPHTB, PPh dan melengkapi beberapa berkas penting. Berkas yang dibutuhkan adalah sebagai berikut ini,

  1. Surat Permohonan dan Surat Kuasa Otentik
  2. Sertifikat Hak Atas Tanah
  3. Akta Jual Beli dari PPAT
  4. Fotokopi KTP pemegang hak, penerima hak, dan atau kuasanya yang dilegalisir oleh pejabat berwenang
  5. Bukti pelunasan BPHTB dan PPh Final
  6. Fotokopi SPPT PBB tahun berjalan

Biaya yang Dikenakan Ketika Mengurus Balik Nama Sertifikat Hak Milik

Salah satu proses dari tips mengurus SHM rumah, biasanya akan dilakukan langsung oleh PPAT yang Anda tunjuk dan dilakukan di kantor BPN terdekat dengan lokasi Anda. Mengurus balik nama SHM rumah tentu dikenakan biaya, biasanya nominal biaya tersebut sebersar Rp25.000 per sertifikat dengan waktu penegerjaan selama lima hari.


Selain biaya baik nama ada pula biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) yang harus Anda bayarkan. Biasanya biaya akan dihitung satu per seribu permill dari NJOP. Namun untuk memastikannya kembali anda bisa mengeceknya langsung ke kantor BPN terdekat, berapa biaya keseluruhan balik nama SHM rumah yang berlaku di daerah Anda.

Proses Legalitas Di Setiap Perumahan Karya Citra Kedaton Terjamin

Citra Kedaton merupakan salah satu developer terkemuka di Kota Yogyakarta yang menjamin setiap konsumennya mendapatkan hunian yang aman, nyaman dan terletak di lingkungan yang asri serta strategis. Selain itu juga, proses legalitas di setiap perumahan karya Citra Kedaton sangat mudah serta terjamin aman. Jika Anda mencari hunian asri dengan proses legalitas yang terpercaya, aman, dan terjamin, segera bergabunglah dengan kami.

Tips Mudah Mengurus Akta Jual beli

tips mengurus ajb

Ketika memutuskan untuk membeli rumah, tentunya ada banyak hal yang harus Anda perhatikan. Salah satunya mengetahui dengan jelas proses legalitasnya. Salah satu dokumen yang wajib Anda ketahui dengan jelas ketika membeli rumah adalah Akta Jual Beli (AJB).

Akta Jual Beli (AJB) adalah salah satu dokumen bukti bahwa transaksi jual beli telah terjadi antara pihak penjual kepada pihak pembeli. Biasanya dokumen AJB dibuat oleh Notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan pembuatannya harus bersifat jelas serta transaksi jual beli rumah tersebut sudah dibayar lunas.

Apakah Anda sudah betul-betul memahami proses pembuatan dokumen AJB dan berapa biayanya? Berikut ini bebrapa tips mengurus AJB,

Persyaratan pembuatan AJB

Sebelum Anda mengurus pembuatan dokumen AJB, Salah satu tips mengurus AJB adalah Anda perlu mempersiapkan beberapa dokumen berikut ini:

  1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pihak pembeli & penjual.
  2. Fotokopi Kartu Keluarga (KK) pihak pembeli & penjual.
  3. Fotokopi Buku Nikah (jika Anda sudah menikah) pihak pembeli & penjual.
  4. Fotokopi NPWP pihak pembeli & penjual.
  5. Sertifikat tanah.
  6. Validasi pajak pembeli (BPHTB)
  7. Validasi pajak penjual (PPh)
  8. PBB tahun terakhir.

Proses Pembuatan AJB

  1. Datanglah ke kantor Notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) di wilayah dimana Anda membeli rumah atau properti berada. Setelah itu Anda bisa menyerahkan dokumen yang telah dipersiapkan seperti dokumen diatas.
  2. Setelah Anda menyerahkan dokumen tersebut, maka pihak Notaris PPAT akan memeriksa keaslian dari sertifikat tanah. Pihak PPAT biasanya membutuhkan beberapa hari untuk memeriksa keaslian dari sertifikat tersebut di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Hal ini dikarenakan pihak Notaris PPAT akan memastikan kembali bahwa properti yang Anda beli tidak dalam urusan sengketa ataupun tidak sedang dijaminkan pada pihak lain.
  3. Kemudian setelah proses pengecekan dokumen, Anda akan melakukan penandatanganan. Proses penandatanganan AJB ini akan dilakukan di kantor Notaris PPAT dan akan dihadiri oleh pihak pembeli dan penjual. Jika AJB telah ditandatangani, maka Anda secara resmi telah memiliki AJB.

Biaya pembuatan AJB

Untuk biaya AJB sendiri biasanya akan dikenakan 1% dari total kesuluruhan transaksi jual beli rumah. Biaya ini ditanggung 50% pihak pembeli dan 50% pihak penjual atau tergantung dari kesepakatan.

Hanya Perumahan Karya Citra Kedaton, Setiap Proses Legalitas Rumah Menjadi Lebih Mudah, Aman dan Terjamin

Sebagai pengembang yang sudah menjadi anggota Asosiasi Real Estate Indonesia (REI) sejak 2006, maka legalitas di setiap perumahan karya Citra Kedaton tidak perlu dipertanyakan lagi. Semua proyek sebelumnya terbukti sukses tanpa kendala berarti.

Tidak hanya pengurusan AJB (Akta Jual Beli) saja yang akan Anda dapatkan, Anda juga akan dibantu pengurusan Sertifikat sampai SHM (Sertifikat Hak Milik). Hal ini artinya, sebagai konsumen Anda berhak dan memiliki kuasa penuh atas lahan dan bangunan yang Anda beli.

Citra Kedaton merupakan salah satu developer terkemuka di Kota Yogyakarta. Jadi, kami tidak segan untuk menunjukkan legalitas perusahaan dan izin lahan yang tengah kami kembangkan kepada Anda sebagai konsumen kami. Segeralah menjadi bagian dari Citra Kedaton dengan memiliki salah satu karya terbaik kami. Ada lebih dari satu perumahan terkemuka yang dibangun dan dikembangkan oleh Citra Kedaton. Hanya di Citra Kedaton Anda bisa mewujudkan rumah impian keluarga.

Tips Investasi Properti

Tips Investasi Properti

Semakin menggeliatnya bisnis properti, semakin banyak orang yang berminat untuk membeli aset properti. Hal ini terjadi karena kebutuhan akan tempat tinggal setiap tahunnya meningkat terus menerus. Maka dari itu banyak orang tertarik untuk memulai investasi properti. Jika Anda menjadi salah satu orang yang tertarik untuk memulai investasi properti, maka Anda bisa simak tips berikut ini,

Melakukan Jual Beli

Salah satu cara untuk melakukan investasi properti adalah melakukan jual beli. Anda bisa membeli rumah yang sudah lama tidak ditempati untuk kemudian merenovasinya kembali. Setelah merenovasinya, Anda bisa menjualnya kembali dengan harga tinggi. pastikan Anda menghitung dengan cermat harga beli dan biaya renovasi rumah tersebut. Supaya Anda bisa menentukan harga jualnya yang pas dan tidak rugi.

Selain itu, pastikan Anda tidak sembarangan dalam membeli atau memulai investasi properti. Mengapa? Karena sangat penting untuk tidak membeli rumah yang bermasalah dalam status kepemilikannya, akses jalannya dan hal-hal sulit lainnya. Jangan sampai Anda sia-sia dalam membeli rumah, dan sulit untuk menjualnya kembali.

Di Sewakan

Jika tidak ingin menjual kembali proeprti yang telah Anda beli dan renovasi, maka Anda bisa mencoba untuk menyewakannya. Anda tidak perlu kehilangan rumah, namun tetap bisa meraup keuntungan tersendiri dari rumah tersebut. Namun yang perlu Anda perhatikan adalah faktor dari lokasi rumah tersebut. Apakah lokasinya strategis? Karena sebagian besar orang menyewa rumah melihat kembali lokasi dari rumah tersebut apaka strategis atau tidak.

Tentu saja dalam investasi properti dengan cara seperti ini tantangannya adalah pada biaya perawatan. Tidak semua orang yang menyewa atau mengontrak bisa menjaga kondisi rumah Anda dengan baik. Sehingga Anda perlu mempersiapkan biaya ekstra untuk melakukan perawatan rumah tersebut. Pastikan juga Anda untuk tidak lupa mengecek keadaan rumah yang disewakan.

Selain itu tantangan yang kedua adalah jika Anda menemukan penyewa yang tidak bertanggungjawab. Seperti contohnya penyewa tidak membayar tagihan listrik yang ada kemudian kabur begitu saja. Nah, untuk asntisipasi hal ini, pastikan Anda memasang aliran listrik pra bayar. Sehingga Anda dapat terhindar dari penyewa rumah yang nakal seperti ini.

Menjadikan Rumah Anda Sebagai Kos-Kosan

Prinsipnya hampir sama dengan rumah yang di sewakan. Lokasi masih menjadi syarat utama penentu dalam keberhasilan investasi properti yang satu ini. Lokasi rumah yang Anda jadikan kos-kosan harus menjangkau sekolah, kampus, dan kantor. Apabila ingin investasi properti ini semakin berkembang maka Anda perlu melengkapinya dengan fasilitas yang bagus.

4 Hal Penting Sebelum Membeli Rumah Untuk Investasi yang Perlu Diperhatikan

Sebelum Anda memutuskan untuk membeli rumah dan dijadikan sebagai aset investasi, maka Anda perlu memperhatikan 5 hal berikut ini,

  1. Lokasi: Lokasi merupakan faktor yang sangat krusial dan paling menentukan. Jadi pertimbangkan kembali mengenai hal ini. Pastikan rumah tersebut berada di lokasi yang strategis.
  2. Sesuaikan Budget: Budget juga sangat penting untuk diperhatikan. Jangan sampai Anda berhutang secara berlebihan untuk memulai investasi properti. Sesuaikan harga rumah dengan budget yang Anda miliki.
  3. Faktor Keamanan Lingkungan: Keamanan sangat penting untuk Anda perhatikan. Kaarena keamanan bisa menjadi faktor utama kenyamanan. Hindari beli rumah yang dekat dnegan kuburan meskipun harganya murah.
  4. Legalitas Rumah: Ketika Anda sudah cocok dengan rumah dan lokasinya, jangan terlalu terburu-buru. Pastikan seluruh surat-suratnya lengkap dan tidak bermasalah. Agar tidak muncul masalah sengketa di kemudian hari.
Nah, bagaimana untuk tips investasi properti kali ini? Apakah Anda tertarik untuk memulainya?