5 Tips Lakukan Perawatan Rumah di Musim Hujan

Air yang turun ketika hujan, dapat menimbulkan berbagai permasalahan khususnya pada ketahanan struktur bangunan disebuah rumah.

Permasalahan yang sering muncul ketika musim hujan yakni kebocoran atap rumah, kebocoran ini dapat memicu berbagai kerusakan pada struktur bangunan rumah.

Tetesan air hujan yang masuk akibat kebocoran atap ini dapat memengaruhi ketahanan struktur bangunan baik itu kekuatan plafon maupun kayu-kayu penyangga atap. 

Bukan hanya itu saja, tetesan air yang masuk ini juga dapat merusak interior yang berada di dalam rumah. 

Baca Juga: Ada Penghapusan PPN 10 Persen Pada Pembelian Rumah

Untuk menghindari permasalah ini, dan memastikan rumah tetap aman dan nyaman di musim hujan, maka ada beberapa tips perawatan yang harus Anda lakukan: 

1. Periksa kondisi atap 

Langkah pertama yang harus dilakukan yakni pemeriksaan kondisi atap rumah.

Atap rumah ini merupakan salah satu bagian terpenting yang harus diperiksa oleh pemilik rumah.

Atap memiliki fungsi utama untuk mencegah air masuk ke dalam rumah ketika hujan terjadi. 

Apabila seseorang mengabaikan kondisi atap, hal itu menyebabkan banyak masalah yang dapat membahayakan struktur rumah, khususnya bagian plafon jika memang terjadi kebocoran. 

Periksa  atap rumah secara berkala, apakah ada genteng atau asbes yang sudah rusak, longgar, atau hilang untuk menghindari kebocoran. 

Baca Juga: Tips Mengurus Balik Nama Sertifikat Hak Milik

2. Perhatikan dinding luar rumah 

Kerusakan pada dinding rumah juga dapat dipengaruhi oleh air hujan. Pasalnya air yang masuk dalam celah tembok bangunan dapat memicu kerusakan pada dinding.

Akibatnya dinding dapat ditumbuhi jamur, lalu dususul dengan cat yang terkelupas, atau perubahan warna.  

Hal ini dapat terjadi ketika cat pelapis dinding luar rumah tidak terawat dengan baik.

Guna menghindari permasalahan ini, sebaiknya anda harus melakukan pemeriksaan terhadap dinding luar rumah secara berkala dan perhatikan tanda-tanda kerusakan seperti lubang, keretakan dan lainnya. 

3. Perhatikan bagian jendela 

Jendela rumah merupakan salah satu tempat yang juga rentan terhadap kebocoran. 

Air dapat meresap melalui celah kecil di sekitar kusen jendela yang tidak terpasang dengan benar.  

Jika dibiarkan begitu saja, nantinya hal ini dapat membuat kusen rumah menjadi keropos karena pengaruh dari air hujan.

Periksa secara berkala bagian luar jendela, jika ditemukan keretakan atau celah antara rangka jendela dan tembok rumah, Anda dapat menutupnya dengan menggunakan sealant ataupun pelapis lainnya.

Baca Juga: Tips Mudah Mengurus Akta Jual beli

4. Pastikan drainase bekerja dengan benar

Tindakan waterproofing (pelapisan tahan air) saja tidak cukup untuk melindungi rumah dari kerusakan akibat kebocoran air.

Salah satu permasalahan lainnya mucul ketika air hujan yang jatuh di atap tidak dialihkan dengan benar. Hal ini dapat mengakibatkan pondasi rumah bisa terkikis dan dapat berisiko bagi kekuatan bangunan rumah.

Untuk itu pastikan drainase atap rumah telah sesuai untuk mengalirkan air turun ke bawah, dan pastikan jika saluran drainase di bawah berfungsi secara normal.

5. Bersihkan talang air hujan 

Langkah selanjutnya yang harus diperhatikan yakni melakukan pengecekan talang air hujan pada atap.

Jika talang air hujan penuh dengan kotoran dan sudut kemiringnya tidak benar, maka itu dapat menimbulkan masalah lantaran air tidak dapat mengalir secara baik dan akhirnya dapat merembes masuk ke dalam rumah.

Mulailah dengan membersihkan kotoran yang menumpuk di talang air hujan. Coba alirkan air ke talang air sehingga tidak ada yang mampet. Pastikan juga posisi talang air, apakah sudut kemiringannya sudah benar dan tidak ada masalah. *

Ada Penghapusan PPN 10 Persen Pada Pembelian Rumah

Pada 1 Maret 2021, pemerintah menerapkan sebuah kebijakan baru berupa penghapusan PPN 10 persen pada setiap transaksi pembelian rumah. Kebijakan ini berlaku sejak 1 Maret 2021 sampai 31 Agustus 2021.

Pada kebijakan penghapusan PPN 10 persen bagi pembelian rumah ini, pajak yang harus dibayarkan akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah, dengan syarat dan ketentuan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Walaupun demikian, pemberian insetif pajak ini dibedakan dalam dua kriteria yakni yang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah dan hanya sebagian saja.

Baca Juga: Tips Mengurus Balik Nama Sertifikat Hak Milik

Rincian pemberian insentif pajak bagi pembelian rumah sebagai berikut:

1. PPN 100 persen ditanggung pemerintah

Untuk mekanisme yang pertama ini, pemerintah akan menanggung penuh biaya PPN ataupun ditanggung 100 persen. Suaranya yakni untuk rumah tapak atau rumah susun dengan harga jual paling tinggi Rp2 miliar

2. PPN 50 persen ditanggung pemerintah

Bagi rumah tapak atau rumah susun dengan harga jual di atas Rp2 miliar sampai Rp5 miliar, pemerintah hanya akan menanggung PPN sebesar 50 persen.

Sementara itu bagi rumah bersubsidi, tidak akan terlalu merasakan dampak dari penghapusan PPN ini lantaran rumah bersubsidi sejatinya memang tidak dikenakan tarif PPN oleh pemerintah.

Baca Juga: Tips Mudah Mengurus Akta Jual beli

Terkait kebijakan ini, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa tujuan dari kebijakan ini untuk mendorong agar properti bisa terserap pasar di tengah dampak pandemi covid-19.

Sejumlah pihak pun berpendapat melalui kebijakan ini, nantinya akan berdampak ke penurunan harga jual rumah.

Ini berarti harga jual rumah siap huni akan semakin terjangkau oleh masyarakat setelah kebijakan ini dilaksanakan.

Selain kebijakan ini, sebagaimana banyak diberitakan sebelumnya, pemerintah juga mempermudah proses pembelian rumah melalui pembiayaan perbankan atau Kredit Pembiayaan Rumah (KPR).

Kebijakan ini memungkinkan masyarakat untuk membeli sebuah rumah tanpa harus mengeluarkan biaya down payment (DP).

Walaupun demikian, masih terdapat beberapa biaya yang harus dibayarkan mulai dari biaya angsuran pertama hingga biaya notaris diawal kesepakatan KPR. *