Kamar Utama Lebih Besar dan Pengaruhnya Terhadap Harga, Ini Alasannya

Ilustrasi kamar utama

Desain dari sebuah kamar utama dengan kamar lainnya dalam sebuah rumah modern pasti memiliki perbedaan. Perbedaan ini terletak dalam ukuran kamar dan juga desain dari sebuah kamar. Hal ini bukan semata-mata karena faktor penampilan, tetapi juga faktor kenyamanan bagi penghuni.

Kamar utama memiliki impresi sebagai ruangan yang digunakan oleh pemilik dari sebuah rumah rumah. Biasanya yang menempati kamar utama ini adalah orang tua sebagai pasutri, atau siapapun yang memiliki rumah tersebut.

Desain yang berbeda pada kamar utama ini dilakukan demi eksklusifitas dari pemilik rumah dan biasanya Kamar tidur utama selalu memiliki ukuran terbesar.

Selain ukuran yang besar, kamar utama biasanya juga dilengkapi dengan kamar mandi di dalam ruangan. Kamar mandi tersebut juga memiliki fasilitas lengkap seperti layaknya di hotel.

Pemilik rumah baru harus dapat menentkan apa saja yang harus ada dalam kamar tidur utama, sesuai dengan desain interior yang sudah ditetapkan. Hal ini untuk memudahkan pembelian kebutuhan kamar, terutama furnitur.

Penetapan lokasi kamar terbesar ini pun menjadi salah satu hal yang paling penting. Lokasinya biasanya terdapat pada tempat yang terbaik dan paling memiliki privasi.

Biasanya, kamar utama terletak di lantai dua di sudut rumah, atau lantai pertama juga di sudut rumah.

Mengapa sudut rumah? Sudut rumah memiliki privasi yang dibutuhkan pemilik rumah. Hal ini memungkinkan pemilik rumah untuk memiliki privasi dari tamu atau teman yang berkunjung.

Perlukah Memiliki Kamar Tidur Utama dalam Rumah?

Pada berbagai konsep rumah modern, setiap rumah tentunya memiliki satu kamar tidur terbesar atau kamar utama. Meski demikian, ada beberapa rumah yang tidak memungkinkan untuk memiliki kamar mandi dalam.

Walaupun tidak memiliki kamar mandi dalam ruangan, kamar utama tetap memiliki ukuran terbesar dari semua kamar tidur dalam sebuah rumah. Kamar mandi ini sebenarnya fasilitas tambahan yang membuat harga rumah lebih tinggi.

Pentingnya kamar tidur utama ini memang bukan lagi hal yang baru. Bahkan, standar perumahan pada umumnya pasti menghadirkan kamar tidur utama dengan ukuran yang lebih besar, meski mungkin tidak disediakan kamar mandi tersendiri.

Jika saat ini Anda hendak membangun rumah, pastikan Anda sudah memiliki desain yang menghadirkan kamar utama dengan desain yang sedikit berbeda, dibandingkan kamar lainnya.

Mungkin, Anda bisa mengurangi luasan kamar mandi, atau ruang tamu dan memaksimalkan kamar utama. Mengapa demikian, karena saat ini dengan adanya kamar utama yang dilengkapi kamar mandi dalam ruangan, dapat membuat harga rumah anda lebih tinggi dibandingkan rumah-rumah pada umumnya. *

Baca Juga: 5 Tips Lakukan Perawatan Rumah di Musim Hujan

Kenali Ciri-ciri Developer Nakal, Hati-hati Uang Anda Bisa Raib dalam Sekejab

Ciri-ciri developer nakal yang kini semakin merajalela

Merasa tertipu saat membeli sebuah rumah dari developer? Atau banyak kejanggalan yang ditemui setelah menyepakati pembelian sebuah rumah dengan developer? Hati-hati mungkin Anda masuk dalam perangkap dari developer nakal yang kini semakin banyak bermunculan.

Developer-developer nakal ini akan melakukan segala upaya untuk memikat calon pembelinya agar tertarik dengan kawasan rumah yang tengah dikembangkannya. Bahkan mereka akan membuat para calon pembeli dengan mudahnya memutuskan untuk menyepakati pembelian rumah.

Padahal jika dinalar, membuat keputusan untuk membeli rumah, merupakan hal yang sulit untuk dilakukan secara cepat. Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan oleh calon pembeli mulai dari harga rumah yang ditawarkan apakah sesuai dengan budget yang dimiliki, lokasi yang tersedia, kejelasakan kawasan perumahan apakah termasuk lahan sengketa atau tidak, hingga hal-hal teknis lainnya.

Para developer nakal ini dapat mempengaruhi para calon pembeli dengan iming-iming harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan perumahan yang memiliki tipe bangunan serupa. Bukan hanya murah, terkadang para developer nakal ini juga memberikan tawaran dikson menarik yang tidak akan bisa ditolak oleh calon pembeli.

Akibatnya jika Anda salah memilih developer nakal seperti ini, berbagai kasus dapat mendatangi kehidupan Anda. Mulai dari uang yang dibawa kabur developer hingga lahan yang ternyata merupakan lahan sengketa.

Lalu akhirnya uang yang telah Anda percayakan pada developer hanya akan sia-sia dan hilang begitu saja.

Selain penipuan, ada pula kasus dimana proses pembangunan rumah akan berjalan lama. Bukan hanya itu saja, kualitas bahan material yang digunakan pun seringkali tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan. Ditambah lagi permasalahan terkait sertifikat rumah yang tak kunjung diberikan setelah rumah selesai dibangun.

Lantas adakah cara untuk mengetahui ciri-ciri developer nakal yang harus dihindari? Berikut beberapa ciri-ciri pengembang nakal yang harus dihindari ketika hendak membeli rumah yang telah dirangkum Citra Kedaton dari berbagai sumber terpercaya:

Penawaran Harga Rumah yang Terlalu Murah

Persaingan harga murah dalam bisnis properti tentu saja lazim terjadi. Namun hal ini juga dapat merupakan salah satu faktor yang patut dicurigai. Mengapa demikian? Harga rumah yang terlalu murah jika dibandingkan dengan harga pasaran adalah salah satu indikasi dari pengembang nakal.

Jika memang harganya terlalu murah, hal ini tentu tidak logis dan bisa dijadikan sebagai indikator awal untuk mengidentifikasi pengembang bermasalah.

Anda perlu mencurigai jika pihak pengembang akan memangkas ongkos produksi atau ongkos pembangunan rumah dengan cara menurunkan kualitas bahan bangunan. Tentu hal ini dapat memangkas pengeluaran yang dapat mempengaruhi harga jual sebuah rumah.

Cari Tahu Track Record Developer

Sebelum membeli rumah dan mempercayai sebuah developer, ada baiknya jika Anda meneliti betul siapa pengembang yang menjual rumah tersebut.

Cari informasi sebanyak-banyaknya kepada pengembang terkait proyek apa saja yang pernah dilaksanakan. Apakah proyek tersebut berjalan dengan lancar atau terkendala?

Selain itu Anda juga dapat mencari tahu track record sebuah pengembang secara daring. Anda juga dapat datang langsung kepada penghuni perumahan yang sekiranya sudah ditinggali untuk menanyakan mengenai perusahaan pengembang tersebut.

Jika memang ditemukan sebuah permasalahah, sebaiknya Anda berpikir dua kali untuk membeli rumah dari pengembang tersebut sehingga tidak menyesal di kemudian hari.

Informasi yang Diterima Tidak Sesuai Dengan Kenyataan

Salah satu indikator lainnya yang menunjukkan ciri-ciri pengembang nakal yakni terkait dengan kejujuran dari pengembang properti. Terkadang apa yang disampaikan dalam iklan, tidak terdapat pada realisasi pengembangan kawasan yang ada.

Sebagai contoh saat pengembang beriklan mengenai fasilitas pemakaman umum, namun dalam kenyataanya, pengembang tidak mengakomodir ataupun menyediakan lahan pemakaman bagi para penghuni perumahan. Para penghuni nantinya akan dibuat kesulitan dalam mencari lahan pemakaman yang tentunya dapat menghabiskan biaya besar.

Ada baiknya Anda mengecek secara langsung, seperti datang ke lokasi dimana akan dibangun rumah yang akan dibeli dan melihat secara detail siteplan yang disediakan oleh pengembang.

Waktu Serah Terima yang Lama

Bukan hanya dari kualitas bangunan, harga dan track record saja, ciri-ciri lain dari pengembang nakal adalah lambatnya proses serah terima rumah.

Biasanya pihak pengembang beralasan lambatnya serah terima dikarenakan mereka sedang pecah sertifikat atau terdapat permasalahan lain dengan pihak notaris dan bank.

Oleh karena itu, pastikan kembali track record dari pihak pengembang sebelum Anda membeli rumah. Kemudian, rajin-rajinlah Anda untuk datang mengunjungi rumah ketika sedang dibangun.

Jika memang ada ketidaksesuaian antara rumah dengan yang dijanjikan seperti penggunaan bahan material atau desain, maka Anda wajib untuk komplain. Jangan sampai keluhan tersebut baru diajukan setelah proses serah terima terjadi. *

Baca Juga : 5 Tips Lakukan Perawatan Rumah di Musim Hujan

Baca Juga: Cara Menghilangkan Lumut dari Dinding Rumah

5 Tips Lakukan Perawatan Rumah di Musim Hujan

Air yang turun ketika hujan, dapat menimbulkan berbagai permasalahan khususnya pada ketahanan struktur bangunan disebuah rumah.

Permasalahan yang sering muncul ketika musim hujan yakni kebocoran atap rumah, kebocoran ini dapat memicu berbagai kerusakan pada struktur bangunan rumah.

Tetesan air hujan yang masuk akibat kebocoran atap ini dapat memengaruhi ketahanan struktur bangunan baik itu kekuatan plafon maupun kayu-kayu penyangga atap. 

Bukan hanya itu saja, tetesan air yang masuk ini juga dapat merusak interior yang berada di dalam rumah. 

Baca Juga: Ada Penghapusan PPN 10 Persen Pada Pembelian Rumah

Untuk menghindari permasalah ini, dan memastikan rumah tetap aman dan nyaman di musim hujan, maka ada beberapa tips perawatan yang harus Anda lakukan: 

1. Periksa kondisi atap 

Langkah pertama yang harus dilakukan yakni pemeriksaan kondisi atap rumah.

Atap rumah ini merupakan salah satu bagian terpenting yang harus diperiksa oleh pemilik rumah.

Atap memiliki fungsi utama untuk mencegah air masuk ke dalam rumah ketika hujan terjadi. 

Apabila seseorang mengabaikan kondisi atap, hal itu menyebabkan banyak masalah yang dapat membahayakan struktur rumah, khususnya bagian plafon jika memang terjadi kebocoran. 

Periksa  atap rumah secara berkala, apakah ada genteng atau asbes yang sudah rusak, longgar, atau hilang untuk menghindari kebocoran. 

Baca Juga: Tips Mengurus Balik Nama Sertifikat Hak Milik

2. Perhatikan dinding luar rumah 

Kerusakan pada dinding rumah juga dapat dipengaruhi oleh air hujan. Pasalnya air yang masuk dalam celah tembok bangunan dapat memicu kerusakan pada dinding.

Akibatnya dinding dapat ditumbuhi jamur, lalu dususul dengan cat yang terkelupas, atau perubahan warna.  

Hal ini dapat terjadi ketika cat pelapis dinding luar rumah tidak terawat dengan baik.

Guna menghindari permasalahan ini, sebaiknya anda harus melakukan pemeriksaan terhadap dinding luar rumah secara berkala dan perhatikan tanda-tanda kerusakan seperti lubang, keretakan dan lainnya. 

3. Perhatikan bagian jendela 

Jendela rumah merupakan salah satu tempat yang juga rentan terhadap kebocoran. 

Air dapat meresap melalui celah kecil di sekitar kusen jendela yang tidak terpasang dengan benar.  

Jika dibiarkan begitu saja, nantinya hal ini dapat membuat kusen rumah menjadi keropos karena pengaruh dari air hujan.

Periksa secara berkala bagian luar jendela, jika ditemukan keretakan atau celah antara rangka jendela dan tembok rumah, Anda dapat menutupnya dengan menggunakan sealant ataupun pelapis lainnya.

Baca Juga: Tips Mudah Mengurus Akta Jual beli

4. Pastikan drainase bekerja dengan benar

Tindakan waterproofing (pelapisan tahan air) saja tidak cukup untuk melindungi rumah dari kerusakan akibat kebocoran air.

Salah satu permasalahan lainnya mucul ketika air hujan yang jatuh di atap tidak dialihkan dengan benar. Hal ini dapat mengakibatkan pondasi rumah bisa terkikis dan dapat berisiko bagi kekuatan bangunan rumah.

Untuk itu pastikan drainase atap rumah telah sesuai untuk mengalirkan air turun ke bawah, dan pastikan jika saluran drainase di bawah berfungsi secara normal.

5. Bersihkan talang air hujan 

Langkah selanjutnya yang harus diperhatikan yakni melakukan pengecekan talang air hujan pada atap.

Jika talang air hujan penuh dengan kotoran dan sudut kemiringnya tidak benar, maka itu dapat menimbulkan masalah lantaran air tidak dapat mengalir secara baik dan akhirnya dapat merembes masuk ke dalam rumah.

Mulailah dengan membersihkan kotoran yang menumpuk di talang air hujan. Coba alirkan air ke talang air sehingga tidak ada yang mampet. Pastikan juga posisi talang air, apakah sudut kemiringannya sudah benar dan tidak ada masalah. *

Ada Penghapusan PPN 10 Persen Pada Pembelian Rumah

Pada 1 Maret 2021, pemerintah menerapkan sebuah kebijakan baru berupa penghapusan PPN 10 persen pada setiap transaksi pembelian rumah. Kebijakan ini berlaku sejak 1 Maret 2021 sampai 31 Agustus 2021.

Pada kebijakan penghapusan PPN 10 persen bagi pembelian rumah ini, pajak yang harus dibayarkan akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah, dengan syarat dan ketentuan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Walaupun demikian, pemberian insetif pajak ini dibedakan dalam dua kriteria yakni yang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah dan hanya sebagian saja.

Baca Juga: Tips Mengurus Balik Nama Sertifikat Hak Milik

Rincian pemberian insentif pajak bagi pembelian rumah sebagai berikut:

1. PPN 100 persen ditanggung pemerintah

Untuk mekanisme yang pertama ini, pemerintah akan menanggung penuh biaya PPN ataupun ditanggung 100 persen. Suaranya yakni untuk rumah tapak atau rumah susun dengan harga jual paling tinggi Rp2 miliar

2. PPN 50 persen ditanggung pemerintah

Bagi rumah tapak atau rumah susun dengan harga jual di atas Rp2 miliar sampai Rp5 miliar, pemerintah hanya akan menanggung PPN sebesar 50 persen.

Sementara itu bagi rumah bersubsidi, tidak akan terlalu merasakan dampak dari penghapusan PPN ini lantaran rumah bersubsidi sejatinya memang tidak dikenakan tarif PPN oleh pemerintah.

Baca Juga: Tips Mudah Mengurus Akta Jual beli

Terkait kebijakan ini, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa tujuan dari kebijakan ini untuk mendorong agar properti bisa terserap pasar di tengah dampak pandemi covid-19.

Sejumlah pihak pun berpendapat melalui kebijakan ini, nantinya akan berdampak ke penurunan harga jual rumah.

Ini berarti harga jual rumah siap huni akan semakin terjangkau oleh masyarakat setelah kebijakan ini dilaksanakan.

Selain kebijakan ini, sebagaimana banyak diberitakan sebelumnya, pemerintah juga mempermudah proses pembelian rumah melalui pembiayaan perbankan atau Kredit Pembiayaan Rumah (KPR).

Kebijakan ini memungkinkan masyarakat untuk membeli sebuah rumah tanpa harus mengeluarkan biaya down payment (DP).

Walaupun demikian, masih terdapat beberapa biaya yang harus dibayarkan mulai dari biaya angsuran pertama hingga biaya notaris diawal kesepakatan KPR. *